9.26.2013

Just Listen...


Menarik kalau bisa masuk ke dalam perbincangan dengan seseorang, khususnya kalau lawan bicara kita orang yang kita hormati, dan kita mengerti apa yang dibicarakan. betul?

dan bagaimana kalau ternyata materi pembicaraan itu adalah sesuatu yang gak/belum kita ngerti? mengingat kadang lawan bicara kita backgroundnya berbeda, dengan pengalaman yang jauh lebih tinggi dibanding pengalaman kita. Sering kejadian nie, di kantor yang mana usia supervisi kita seusia bokap kita. 

Hal itu yang kadang suka bikin awkward, tapi ya namanya pisau, ya harus sering diasah biar tajam. Bicara aja, ajak ngobrol seperlunya. Tapi kalau boleh saran, kita yang lebih junior mendingan banyak diam, maksudnya banyak mendengarkan, telan informasinya, telaah, dan kemudian masuk dengan agak menyimpulkan. Gw pernah baca mengenai hal ini di bukunya Stephen Covey, Seven Habits for Highly Effective People. Yang mana untuk menjadi pendengar yang efektif otomatis harus coba dilaksanakan. 

Pelajaran yang ndak didapat dari sekolah, tapi dari kehidupan.
Wallahualam... 
Share:

9.24.2013

Menyebalkan itu Berkah

Pernah ngerasa gak suka ama buah kata orang?

Yah, kadang orang menilai segala sesuatu di awal, cenderung menghakimi tanpa tahu maksud apapun. Mungkin maksudnya bercanda, tapi jelas kalau orang bercanda sama gak. Sedihnya lagi orang itu gak tahu kalau lawan bicaranya itu gak suka dengan perkataan dia.

Kalau menghadapi masalah kayak gitu, gw lebih milih cenderung diam. Yah, diam aja gak usah menanggapi. Toh dia bakalan tahu kalau kita gak suka. Gitu aja koq repot.

hehehe, masih belajar untuk terus sabar dan ikhlas. Apalagi tugas seorang sales adalah melayani pembeli. Di mana pembeli itu raja. Tahan, diam, sabar, dan ikhlaskan, karena kadang mereka cuman ingin didengar.

:)
Share:

9.23.2013

Alhamdulillah.. What a Life :)

Then which of the favors of your Lord will ye deny? Al-Qur'an, 055
(Ar-Rahman [The Beneficent, The Mercy Giving])
source: http://mortyart.blogspot.com/2009/07/calligraphy-art-fabi-ayyi-ala-i.html Alhamdulillah... Praise for Him The Al Mighty.. 

Beberapa bulan ini berasa dijebret sama Allah. Ini maksudnya jegernya sama rejeki yang Allah berikan buat gw. Tapi ini rasa bukan cuman rejeki gw, tapi rejeki anak ama istri gw. Nah, tunggu bentar, kan ada istilah 'anak' di situ. Itu aja salah satu rejeki terbesar dalam hidup gw. Dan ada juga 'istri', dan dia juga rejeki yang luar biasa juga buat gw.

Alhamdulillah, akhirnya gw resmi melepas masa lajang gw bulan Juni 2013, tanggal 17 tepatnya. Di Hari Senin, agak gelap karena mendung, malah sempet hujan di sana. Dan gw dianter keluarga besar gw untuk dinikahin sama Karina, ya mantan pacar gw yang sekarang dah jadi istri gw, Ibu dari anak gw. Dan gak lama dari itu adalah bini gw positif hamil. Dari mulai ujicoba pake alat tes kehamilan, sampai dateng langsung ke dokter. Alhamdulillah, bini gw hamil. Luar biasa sekali memang Allah mengatur semuanya. Allah lah yang paling tahu apa yang terbaik bagi gw, bagi keluarga gw, bagi alam semesta ini mungkin. Soalnya, di waktu yang hampir bersamaan, yaitu sorenya setelah akad nikah, gw dapat pengumuman akan hasil seleksi wawancara beasiswa LPDP. Dan alhamdulillah, nama gw ada di situ. Alhamdulillah lagi, dan gak akan berhentinya gw mengetikkan alhamdulillah, karena gw gak tahu lagi gimana caranya bersyukur, selain alhamdulillah, alhamdulillah dan alhamdulillah. Impian gw ini sempat tertunda sekitar hampir tiga tahun. tahun 2010, gw ditawarin tapi gw belum sanggup, soalnya 50% dari tuition fee dan living cost by myself will be too hard. Hmmmm, Allah memang ngatur gw supaya gw ketemy istri gw dulu. Dan alhamdulillah setelah itu gw resmi penerima beasiswa dengan beasiswa penuh. Rejeki dan kesempatan yang gak boleh gw lewatin. Karena ini cuman sekali seumur hidup, dan gak boleh ditunda. Semoga ke depannya gw bisa lancar menjalani semua. Cuman Allah yang bisa memberikan kelancaran dan dengan izin-Nya aja semua bisa terjadi. Ammiieenn. Wish me luck please..

Setelah gw beberapa kali melihat nikahan teman-teman gw, resepsinya dan dengar semua tantangannya. Gw gak akan berhentinya bersyukur, bahwa semua kemudahan itu cuman dateng dari Yang Di Atas. Ada aja rejekinya yang didapat buat kita berdua, dekorasi yang terjangkau, makanan yang enak dan melimpah, tamu pun senang. Cuman itu tujuan kita, memuliakan dan membahagiakan tamu yang datang. Dan alhamdulillah, amplop pun gak kalah banyak. Luar biasa tahun ini. Semoga rejeki kita semua berlimpah selalu di masa depan. Ammiienn. Acara ngunduh mantu di Bandung pun begitu. Alhamdulillah luar biasa tamu merasa senang dan dimuliakan (semoga), at least Ibu Iwan tetangga depan ngomong gitu ke mama. dan gak lama setelah itu juga kita sempat ngerasain Honeymoon di Ubud,Villa yang bagus dengan diskon yang juga luar biasa. Sewa mobil dari saudara yang lebih murah dari biasa juga. Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah, gak akan gw berhenti ucapkan ketika gw ingat kenikmatan-kenikmatan yang gw dapet.

Alhamdulllah
Share: