7.21.2016

Podomoro

Di rumah, beresin target hari ini untuk model.

Tadi nganter Arka sekolah, lucu mau salaman dia. Lanjut kerja lagi. Break sambil nunggu part time nanti jam 13.30.

Jadi ngerasain yang namanya jenuh, bosen dan gak bisa fokus. Saking banyaknya kerjaan dan banyaknya yang harus dipikirin (maklum semakin tua malah semakin banyak yang dipikirin). 

Kemarin coba nyari-nyari di internet, baca-baca mengenai life hacking, sama satu lagi proscratination akut yang gw hadapin. Proscratination itu menunda-nunda dan seakan menghindar dari kerjaan utama dengan ngerjain kerjaan sampingan yang dinilai lebih mudah dan lebih gampang. Sampai situ, gw bingung dan butuh sesuatu solusi,

Solusi yang barusan gw dapet, dan baru dijalanin dua hari ini adalah podomoro. Alhamdulillah dengan bantuan teknik ini, target gw, kerjaan gw sedikit demi sedikit bisa kelar. In sha Allah, semoga tetap teguh dan komitmen biar gw makin bisa lebih produktif ke depannya.

Jadi pertama yang paling penting adalah niat. Niat ini penting, niat ini merepresentasikan akan apa pekerjaan yang akan dilaksanakan, bagaimana melaksanakannya, dan apa yang harus dicapai dalam pelaksanaannya? Jelas, kalau gak tahu gimana, pakai apa dan kapan selesainya, yang ada muter kayak jebakan betmen (previous blog).

Nah podomoro ini ditemukan sama orang psikolog, yang beranggapan bahwa bekerja dengan intens diselingi istirahat, akan memberikan efek yang lebih besar daripada stretched energi dan pikiran dalam satu waktu alias sekaligus.

source: wikipedia

Jadi dari niat, target sudah diset kemudian di-tuck menjadi beberapa bagian. Ketika mengerjakan itu baru kita set waktu 25 menit full bekerja diselingin 5 menit istirahat. Selang-seling dengan setelah lebih dari 25menit x 4 break menjadi 15 menit. Begitu seterusnya dalam waktu jam kerja. Alhamdulillah dengan begitu anxiousity bisa dipecah dan konsentrasi bisa kembali terkumpul. Niat, persisten dan komitmen itu yang harus saya pelajari dan masih terus belajar.

Mohon doanya supaya bisa berhasil, lancar submit disertasi PhD November ini. 
Share:

7.17.2016

Jebakan Batman (setan)

Barusan ngerasain yang namanya jebakan batman. Menurut gw sie lingkaran setan.

Dimulai dari sifat gw yang perfeksionis, semua maunya perfect dalam persiapan sehingga eksekusi 'diharapkan' lancar, dan hasilnya 'sempurna'. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna, gw berkeyakinan kalau persiapan dan proses pelaksanaan harus sempurna. Betul?

Yang ada? malah gak berhasil ngerjain apa-apa gw, Gw merasa semuanya harus sempurna, yang ada malah gw menunda-menunda dan menunda. Menunda untuk membuat segala sesuatunya sempurna. Padahal, gak akan ada yang sempurna kayaknya. Cuman Allah Yang Maha Sempurna.

Justru keberhasilan itu didapat dari sebuah proses, dari yang gak sempurna menjadi lebih baik, lebih baik, tidak akan pernah sempurna. Jadi jangan kuatir, segala sesuatu ada kelebihan dan kekurangan. Fokusnya adalah gimana caranya biar perasaan atau keinginan untuk menyelesaikan lebih baik dan lebih besar daripada ketakutan untuk salah. jadi? salah itu perlu dan wajib menurut gw.

Salah? gw gak mau banget dibilang salah waktu itu, anti banget, gengsi, gw masih ngerasa sombong kali ya. Yang ada gw malah benci atau gak suka yang bilang kalau gw itu salah. Itu salah sebenernya. Jadi sekarang berharap dengan mencoba untuk menyelesaikan sesuatu 'apa adanya' dalam arti kata gw adalah semaksimal kemungkinan gw, gw terus jalanin.

Alhamdulillah dengan selesai suatu agenda sedikit-demi sedikit malah bikin gw makin pede dan makin yakin kalau memang ini jalannya. Jangan kuatir, done is better than perfect, :)


Share:

Derajat Kemalasan

Barusan sadar, kalau akhir-akhir ini malas sekali rasanya. Ada aja excuse untuk menunda atau bahasa inggrisnya procrastination.

Melawan hal-hal yang membuat takut menjadi lebih kecil atau memperbesar keinginan untuk lulus tepat waktu dibanding hal yang membuat diri menunda.

Itu adalah salah satu cara terbaik. Sekarang lagi mencoba membayangkan, atau sebut saja LoA menanamkan bayangan dalam diri untuk lulus November tahun ini. Beberapa hal yang menjadi pendorong begitu kemarin ada beberapa teman, sahabat yang kembali ke Indonesia, atau berkunjung ke UK dan kembali ke Indonesia. Ada Nyokap yang datang berkunjung, ada bos yang lagi kunjungan atau ada senior yang lagi wisata, ada temen sama mahasiswa juga yang kembali ke Indonesia.

In sha Allah lulus akhir tahun ini, jadi bisa kembali ke Indonesia. In sha Allah amiiinn.

Dengan selesainya satu tahapan ini, kemudian menghadapi tantangan yang laindan tahapan hidup yang lain. Karena hidup akan terus berjalan dan harus lebih baik kemudian. Amiinn.
Share:

7.15.2016

New Age

Alhamdulillah, masuk umur yang dibilang mapan dan matang? In sha Allah.

Beberapa tahapan sudah dilaluin, dari mulai teen, twenties, now thirtys, ada rasa canggung di awal. Rasa yang bikin memang kehidupan terus jalan, tantangan akan terus ada dan apa yang mau dicapai di masa depan.

Sekarang gw melihat kehidupan dari lebih banyak perspektif, Makin kemari, makin banyak gw lihat kalau gw banyak kurangnya. Semoga di sisa umur ini gw bisa menjadi lebih baik. Semoga dengan bertambah umur, semakin bijaksana gw menyikapi sesuatu, semakin bermanfaat bagi orang banyak, dan semakin yang baik-baik.

Dulu pernah rencana dan pernah bilang ke istri gw, kalau gw pengen nikah di umur 27 dan dapet PhD di umur 31. Alhamdulillah, nikah 27 sudah kecapai, sekarang, tahun ini target gw lulus PhD. Amiiinn..


Share: