Wednesday, December 21, 2022

Tantrum si Adik

 Jadi Hari Minggu kemarin, Mommy pergi untuk menemani tamu dari Indonesia belanja. 

Kita bertiga di rumah dan dijadwalkan ketemu sama Mommy pas jam makan siang dari rumah.

Di rumah si Adik sudah sedikit sulit untuk diajak mandi, bersiap, dll. Sampai akhirnya kami pergi dan adik pun gak mandi dulu. Adik cuman ganti baju kemudian kita berangkat. Oke kita turutin maunya Adik karena kita terbatas waktu. Siang di Hari Minggu menuju pusat kota, macetnya luar biasa.

Di perjalanan pun Adik tidur sampai kita dapat parkir setelah keliling mall 30 menit. Ternyata Adik mungkin masih capek. Akhirnya semua yang kita lakukan salah di mata Adik, dan dia protes, nangis, teriak, atau mungkin tantrum ya. Awalnya kita bawakan 'becak' di mobil, tapi adik gak mau, sampai mall eh malah mau becak. Mungkin capek karena harus jalan jauh. Kami pun sempat emosi sampai saya diam untuk menata lagi emosi sebelum ngobrol sama Adik.

Sampai tempat makan, saya pesan makan, Adik masih teriak-teriak dan nangis juga. Kita pun keluar, kita bawa ke tempat yang jauh dari orang. Di pojok tiang, kita ajak ngobrol maunya apa. Sampai akhirnya kita pun mencoba mengafirmasi apa maunya si adik, kita kasih solusi apa yang dia mau, dan kita janji kita jalanin solusi itu setelah kita selesai makan. Alhamdulillah dengan diskusi, ngobrol, dan janji, ditambah pelukan sekalian saya minta maaf karena gak tahu perasaan si Adik, Adik nangis di pelukan. Gak lama, kita sama-sama tenang, Adik setuju kalau kita akan kembali ke mobil untuk ambil becak setelah makan. Yang nyatanya gak jadi ambil becak karena udah ketemu Mommy nya yang bawain kaktus buat dia.

Ya langsung happy lagi dia. Alhamdulillah :)

kadang kita lupa kalau anak itu pikirannya belum seperti kita. Saya malah suka memaksakan pikiran kita ke anak kita. Padahal kita pun punya pikiran yang berbeda sama orangtua kita, dan kadang gak suka kalau orangtua mencoba mengimplementasikan pikirannya ke kita :)

Semoga Allah memberikan kita kekuatan dan kemudahan untuk bisa membimbing anak kita untuk terus lebih baik. Amiin.

Share: